Sudah tiga tahun ini, teman saya mendapat perlakuan tidak wajar dari mertuanya, salah satunya konflik dan rahasia permasalahan rumah tangga oleh mertuanya diangkat ke forum organisasi sinode gereja dimana mereka berdua sebagai pendeta melayani. Singkat cerita sang menantu menerima perlakuan yang tidak adil, dia mendapat peringatan keras dari sinode, dan diancam di pecat jadi dosen di salah satu sekolah teologia di Baturaden Purwokerto.
Padahal fakta dilapangan semua jemaat mendukung sang mantu, karena kecacatan tersebut tidak pernah ditemukan pada diri sang mantu selama beberapa tahun ini. Perlakuan ini akhirnya mebuat beberapa kelompok jemaat berencana melakukan perlawanan balik, mereka akan melakukan aksi protes terbuka, bayangkan.....apa yang kan terjadi !!!!
Pendapat saya dan istri juga beberapa jemaat yang lain adalah sama yaitru ini, karena faktor orang ketiga, yaitu perebutan kekuasaan kepemimpinan saja, yang satu didukung suara akar rumput yaitu jemaat, yang satu pintar menjilat hehehehehe itu sich pandangan kami loh, tahu yang lainnya.....
saya dan jemaat sih berharap bisa damai, tetapi ketika proposal perdamaian di ajukan anatara kubu sang mantu dan kubu mertua...eh kejadiannya malah memalukan, sambil berteriak-teriak sang mertua mengucapkan pernyataan tegas dan jelas dilihat dan dingar banyak saksi,..kalau tidak akan ada perdamaian..........hehehehehehe saya ketawa saja,...akhirnya kami bersepakat mengajukan masalah ini ke pihak berwajib sebagaimana hukum yang berlaku, bahwa terjadi tindakan perbuatan tidak menyenangkan
TAPI ketika perjalanan ke kantor polisi yang terjadi adalah hati kami makin tidak damai, saya dan beberapa jemaat di ingatkan ROH KUDUS, bahwa langkah yang harus dilakukan sekarang adalah
mengampuni -> konsolidasi ulang -> menyusun target baru -> dan menghasilkan buah-buah positif...agar mata generasi tua di sinode itu terbuka,...bahwa berita yang membuat karier pendeta kami dihentikan itu adalah fitnah belaka. Dan bulan 11 tahun ini kami sudah sepakat pindah sinode...karena sudah tertutup intu damai dari pihak mereka ya sudah.
ituu sudaaahhh
Minggu, 28 Oktober 2007
Selasa, 23 Oktober 2007
Anak Domba itu Ternyata Singa !!!
Ketika membaca Amsal 23:7 a, saya menjadi teringat dengan sebuah film kartun yang saya tonton beberapa tahun yang lalu. Film tersebut bercerita mengenai sekelompok Domba yang diabaikan oleh pemiliknya yang terpaksa mengungsi karena terjadi peperangan; Secara tidak sengaja domba-domba tadi menemukan seokor bayi singa, akan tetapi karena kurang pengertiannya mereka maka mereka menganggap bayi singa tadi adalah domba kecil juga. Setelah lama bertahun-tahun besarlah bayi singa tadi bersama bayi domba yang lain, akan tetapi singa tadi memiliki banyak sekali perbedaan. dia tidak bisa mengembik, dia tidak terlalu suka makan rumput, bahkan jika ada temannya yang terluka dia suka menjilati lukanya. Hemmm tetapi mereka memiliki kesamaan yang sama, jika mereka mendengar lolong serigala, mereka semua segera mencari tempat perlindungan dan berdiri secara bergerombol, termasuk singa tadi, dan tentu saja hal itu pemandangan yang sunguh aneh dan menggelikan. Suatu hari seerombolan serigala lapar melintasi kawasan merumput domba-domba liar tersebut, akan tetapi yang mengherankan gerombolan serigala tadi sangat ketakutan, dan tidak mau segera menyerang, kejadian aneh ini mengherankan kedua belah pihak, sang pemimpin domba heran "kok kita tidak diserang ya", sang pemimpin serigala juga heran "kok singa itu tidak segera menerkam domba-domba itu malah ikut bergerombol dengan mereka"
Nah, jika saya ceritakan seterusnya pasti tidak cukup barang satu jam aku ketiknya, singkat cerita kedua kelompok tersebut hanya kebingungan dan kebingungan dan kebingungan, sampai suatu ketika sang serigala menyadarkan sang singa siapa sebenarnya dia, maka akhir ceritanya anda bisa menebaknya bukan.
Sebuah paradigma yang salah membuat orang juga salah mengambil keputusan, menentukan perencanaan, membagi tugas, dll. Seringkali kita anak TUHAN juga seperti singa tadi, lupa bahwa kita ini sudah di adopsi jadi anak-anak TUHAN, tetapi polah dan tingkah masih anak-anak kegelapan.....
Nah, jika saya ceritakan seterusnya pasti tidak cukup barang satu jam aku ketiknya, singkat cerita kedua kelompok tersebut hanya kebingungan dan kebingungan dan kebingungan, sampai suatu ketika sang serigala menyadarkan sang singa siapa sebenarnya dia, maka akhir ceritanya anda bisa menebaknya bukan.
Sebuah paradigma yang salah membuat orang juga salah mengambil keputusan, menentukan perencanaan, membagi tugas, dll. Seringkali kita anak TUHAN juga seperti singa tadi, lupa bahwa kita ini sudah di adopsi jadi anak-anak TUHAN, tetapi polah dan tingkah masih anak-anak kegelapan.....
Senin, 22 Oktober 2007
SIAPA BILANG JUJUR AJUR ! (HANCUR)
Selasa 23 Oktober 2007
Jam 9 pagi ini aku udah sampai di kota lama Banyumas. "Waduh bensinku habis ", gumam ku. Setelah sampai di SPBU, yang berada di pusat kota lama, aku segera membeli bensin, "Pak...!; Sepuluh robu ya pak..!", pintaku dengan tegas dan suara cukup keras, karena aku harus bertanding dengan suara knalpot kendaraan yang lalu-lalang. Setelah bensin di isi, dan setelah membayar, tidak lama kemudian, bapak yang mengisi bensin sepeda motor matic saya, segera berucap : "Wah mas saya tidak mau terima uang anda !", kata bapak itu. "Loh kenapa pak ?", jawabku dengan sedikit gugup. "Uangnya terlalu banyak mas", jawab bapak itu dengan santai. "Saya lebih suka mendapat hasil sedikit tapi halal mas, nih saya kembalikan" lanjut bapak itu lagi. Spontan aku terkejut dan memandang uang yang ada di tangan dia, "waduh maaf pak keliru, saya seharusnya memberikan uang sepuluh ribu kok keliru jadi tujuh puluh ribu, sekali lagi maaf ya pak", jawab ku sambil nyengir.
Ketika aku melanjutkan perjalananku, dalam hatiku aku ulas dan renungkan kembali peristiwa lucu tadi, "hemm....... masih ada juga ya berani jujur ditengah zaman yang memaksa orang untuk menghalalkan segala cara demi bertahan hidup", gumam ku.
Aku jadi teringat dengan perkataan Amsal 2:7, "Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya", sebuah nasehat yang sangat memberkati diri saya, bahwa orang jujur pasti di tolong TUHAN, hal tersebut mementahkan suatu idiom yang mengatakan "YEN JUJUR AJUR/KALAU JUJUR HANCUR", dan pengalaman tadi pagi juga telah menambah keyakinan saya bahwa saya tidak sendirian, masih banyak yang berusaha membangun dirinya dalam nilai moral yang benar.
Bagai mana dengan saudara ?, apakah anda mau bergabung bersama orang-orang yang berani membayar harga untuk membangun hidup berdasarkan nilai moral dan kebenaran TUHAN ?
Satu lagi yang perlu kita ingat bahwa hanya hasil yang diperoleh dari kejujuran sajalah yang dapat digunakan untuk membangun suatu komunitas, kota dan bangsa dengan berhasil (AMSAL 11:11) .
Jam 9 pagi ini aku udah sampai di kota lama Banyumas. "Waduh bensinku habis ", gumam ku. Setelah sampai di SPBU, yang berada di pusat kota lama, aku segera membeli bensin, "Pak...!; Sepuluh robu ya pak..!", pintaku dengan tegas dan suara cukup keras, karena aku harus bertanding dengan suara knalpot kendaraan yang lalu-lalang. Setelah bensin di isi, dan setelah membayar, tidak lama kemudian, bapak yang mengisi bensin sepeda motor matic saya, segera berucap : "Wah mas saya tidak mau terima uang anda !", kata bapak itu. "Loh kenapa pak ?", jawabku dengan sedikit gugup. "Uangnya terlalu banyak mas", jawab bapak itu dengan santai. "Saya lebih suka mendapat hasil sedikit tapi halal mas, nih saya kembalikan" lanjut bapak itu lagi. Spontan aku terkejut dan memandang uang yang ada di tangan dia, "waduh maaf pak keliru, saya seharusnya memberikan uang sepuluh ribu kok keliru jadi tujuh puluh ribu, sekali lagi maaf ya pak", jawab ku sambil nyengir.
Ketika aku melanjutkan perjalananku, dalam hatiku aku ulas dan renungkan kembali peristiwa lucu tadi, "hemm....... masih ada juga ya berani jujur ditengah zaman yang memaksa orang untuk menghalalkan segala cara demi bertahan hidup", gumam ku.
Aku jadi teringat dengan perkataan Amsal 2:7, "Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya", sebuah nasehat yang sangat memberkati diri saya, bahwa orang jujur pasti di tolong TUHAN, hal tersebut mementahkan suatu idiom yang mengatakan "YEN JUJUR AJUR/KALAU JUJUR HANCUR", dan pengalaman tadi pagi juga telah menambah keyakinan saya bahwa saya tidak sendirian, masih banyak yang berusaha membangun dirinya dalam nilai moral yang benar.
Bagai mana dengan saudara ?, apakah anda mau bergabung bersama orang-orang yang berani membayar harga untuk membangun hidup berdasarkan nilai moral dan kebenaran TUHAN ?
Satu lagi yang perlu kita ingat bahwa hanya hasil yang diperoleh dari kejujuran sajalah yang dapat digunakan untuk membangun suatu komunitas, kota dan bangsa dengan berhasil (AMSAL 11:11) .
Jumat, 19 Oktober 2007
ANDA ADALAH REPRESENTASI YESUS DI BUMI
Jumat 19 Oktober 2007.
Setelah melewati beberapa kota, sampailah aku di kota Gudeg, Yogyakarta, hari itu sudah siang sekitar jam 10 kurang dikitlah. Sesampai di rumah ibu mertuaku, aku hanya sebentar beristrirahat di rumah beliau, karena aku memang berencana untuk segera men-servis sepeda motor matic kesayangan ku itu, sesampainya di Yogyakarta.
Setelah sampai di bengkel aku segera mendaftarkan motor ku tadi untuk di servis, setelah basa-basi beberapa menit dengan customer service bengkel tersebut, secara tidak sengaja mata saya membaca sebuah tulisan pada sebuah gambar, yang berukuran sekitar 10 x 20 cm, gambar tersebut gambar sebuah bos sebuah perusahaan otomotif yang sangat terkenal di negeri ini. Tulisan tersebut adalah sebagai berikut : "Citra diri anda adalah citra perusahaan kita". Wah setelah membaca tulisan tersebut saya mulai mendapatkan banyak ide untuk beberapa tulisan saya, termasuk juga di blog saya ini.
Dalam bahasa manajemennya tulisan tadi dapat di artikan bahwa setiap pegawai yang bekerja diperusahaan tersebut memiliki kapasitas untuk merepresentasikan seluruh total kondisi perusahaan. Dahulu ketika saya bekerja di sebuah perusahaan asing, yang pernah menjajah negeri kita selama 3,5 tahun. Saya juga pernah mendapat indoktrinasi langsung dari President direktur, yang sangat mirip dengan indoktrinasi perusahaan otomotif tadi, yaitu : "Anda merepresentasikan Saya(maksudnya ya... pak Presdir itu), ketika anda berhadapan dengan rekanan kerja kita, customer, dan dimanapun anda berada".
Bukankah beberapa ribu tahun yang lalu, ketika TUHAN pernah berjalan di muka bumi ini dengan tubuh manusia, yang meperkenalkan kepada seluruh umat manusia dengan Nama di atas segala nama, YESUS KRISTUS TUHAN; juga menekankan hal yang sama kepada kita ? Bahwa kita harus merepresentasikan YESUS di muka bumi ini, melalui segenap aspek kehidupan kita. Lalu bagaimana kita dapat merepresentasikan gambaran YESUS.
1. Menyadari bahwa kita ditentukan untuk memiliki gambaran YESUS
Roma 8:29
2. Menyadari bahwa keserupaan kita dengan YESUS adalah kewajiban
1 Yohanes 2:6
3. Menyadari bahwa saling mangasihi adalah wujud nyata dari merepresentasikan
gambaran YESUS di bumi ini.
Yohanes 13:35
Nah harapan saya tulisan saya ini minimal dapat menjadi penyulut api, walaupun cuman kecil, untuk membakar semangat anda untuk menjadi representasi YESUS KRISTUS, dimananpun anda berada. Amin.
Setelah melewati beberapa kota, sampailah aku di kota Gudeg, Yogyakarta, hari itu sudah siang sekitar jam 10 kurang dikitlah. Sesampai di rumah ibu mertuaku, aku hanya sebentar beristrirahat di rumah beliau, karena aku memang berencana untuk segera men-servis sepeda motor matic kesayangan ku itu, sesampainya di Yogyakarta.
Setelah sampai di bengkel aku segera mendaftarkan motor ku tadi untuk di servis, setelah basa-basi beberapa menit dengan customer service bengkel tersebut, secara tidak sengaja mata saya membaca sebuah tulisan pada sebuah gambar, yang berukuran sekitar 10 x 20 cm, gambar tersebut gambar sebuah bos sebuah perusahaan otomotif yang sangat terkenal di negeri ini. Tulisan tersebut adalah sebagai berikut : "Citra diri anda adalah citra perusahaan kita". Wah setelah membaca tulisan tersebut saya mulai mendapatkan banyak ide untuk beberapa tulisan saya, termasuk juga di blog saya ini.
Dalam bahasa manajemennya tulisan tadi dapat di artikan bahwa setiap pegawai yang bekerja diperusahaan tersebut memiliki kapasitas untuk merepresentasikan seluruh total kondisi perusahaan. Dahulu ketika saya bekerja di sebuah perusahaan asing, yang pernah menjajah negeri kita selama 3,5 tahun. Saya juga pernah mendapat indoktrinasi langsung dari President direktur, yang sangat mirip dengan indoktrinasi perusahaan otomotif tadi, yaitu : "Anda merepresentasikan Saya(maksudnya ya... pak Presdir itu), ketika anda berhadapan dengan rekanan kerja kita, customer, dan dimanapun anda berada".
Bukankah beberapa ribu tahun yang lalu, ketika TUHAN pernah berjalan di muka bumi ini dengan tubuh manusia, yang meperkenalkan kepada seluruh umat manusia dengan Nama di atas segala nama, YESUS KRISTUS TUHAN; juga menekankan hal yang sama kepada kita ? Bahwa kita harus merepresentasikan YESUS di muka bumi ini, melalui segenap aspek kehidupan kita. Lalu bagaimana kita dapat merepresentasikan gambaran YESUS.
1. Menyadari bahwa kita ditentukan untuk memiliki gambaran YESUS
Roma 8:29
2. Menyadari bahwa keserupaan kita dengan YESUS adalah kewajiban
1 Yohanes 2:6
3. Menyadari bahwa saling mangasihi adalah wujud nyata dari merepresentasikan
gambaran YESUS di bumi ini.
Yohanes 13:35
Nah harapan saya tulisan saya ini minimal dapat menjadi penyulut api, walaupun cuman kecil, untuk membakar semangat anda untuk menjadi representasi YESUS KRISTUS, dimananpun anda berada. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)
